
Kita Geng Okeh!
September 19, 2014
Al-Quran

9 Jeneral Perang Terhebat Dalam Sejarah Islam

September 16, 2014
Khalifah - Suara Khalifah

Ya Aiyuhallazi na’amanu Ittakhullah Allahuakbar
Subhanallah Walhamdulillah
Walailaha Illallah Allahuakbar
Subhanallah Walhamdulillah
Walailaha Illallah Allahuakbar
Hei dengarlah wahai umat manusiaJangan mudah percaya dengan tipu daya
Syaitan yang bersarungkan badan
Iblis pula di lubuk hati
Jiwa dikuasai
Berkata nabi junjungan kitaNafsu musuh yang nyata
Perangilah ia
Hai bacalah dengan nama Yang Kuasa
Yang mengajar kita berbicara di hujung pena
Amal maa’ruf nahi mungkar
Cinta cintailah Allah dan RasulullahKasih sayang pula sesama kita
Sifat mulia dinantikan syurga bila akhirnya
Jangan jangan lupa ajaran agama
Yang melarang kita melaku dosa
Bersihkan badan sucikan jiwa kerana Allah
Jalan berjalan di jalan yang lurusJalan yang terang lagi bersuluh
Kita menuju ke tempat yang Satu
Ke genggaman itu
Amal maa’ruf nahi mungkar (2x)
Ya Aiyuhallazi na’amanuIttakhullah Allahuakbar
Subhanallah Walhamdulillah
Allahuakbar
Cinta cintailah Allah dan RasulullahKasih sayang pula sesama kita
Sifat mulia dinantikan syurga bila akhirnya
Ya Aiyuhallazi na’amanu Ittakhullah Allahuakbar
Subhanallah Walhamdulillah
Walailaha Illallah Allahuakbar
Khalifah - Suara Khalifah (Official Music Video 720 HD)
September 10, 2014
Nama-nama yang perlu dielakkan

TENTU kita pernah mendengar ungkapan, ‘Apa Ada Pada Nama’ bukan? Telah terbukti bahawa nama amat penting dalam memain peranan terhadap diri seseorang individu/insan.Dalam program Tanyalah Ustaz, di TV9, Ustaz Sharhan Shafie seorang pengamal perubatan Islam menyatakan nama-nama berikut merupakan antara nama-nama anak Jin.Walaupun sebutan nama-nama berkenaan sedap didengar dan maknanya elok, menurut pengalaman beliau yang banyak mengubat pesakit-pesakit berkaitan sihir dan gangguan makhluk halus, nama-nama ini boleh mendatangkan penyakit misteri kepada seseorang.Eloklah TIDAK mengambil nama-nama di bawah ini untuk dinamakan pada anak-anak :
1. Balqis
2. Qistina/Kistina
3. Najwa
4. Zaquan/Zakuan
5. Batrisya
6. Erisya
Peringatan dari Ustaz Sharhan Shafie, kepada mereka-mereka yang mempunyai nama-nama seperti di atas TIDAK perlu untuk menukarkan nama tetapi cukuplah dengan menukar nama panggilan. Sebagai contoh, kalau nama NUR NAJWA. Kalau sebelum ini nama panggilan adalah Najwa, elok ditukarkan kepada Nur saja.Sesungguhnya segala macam penyakit sama ada sakit biasa atau misteri, semuanya datang dari Allah SWT. Bukan dari nama seseorang, semuanya ketentuan-Nya jua. Cuma apa yang Ustaz Sharhan mahu sampaikan ialah dia selalu jumpa kes-kes pesakit yang datang untuk buat rawatan, pesakit itu namanya sama seperti nama-nama anak jin di atas. [SUMBER]Sebab itulah dia menasihatkan kalau boleh elakkan memberi nama anak seperti nama anak yang selalu dipakai jin, walaupun tidaklah salah apatah lagi berdosa memakai nama tersebut.
September 3, 2014
15 dosa pada bagahian kepala seorang wanita

1. Tidak berhijab (menutup aurat).
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Yaa ai-yuhaannabii-yu qul azwaajika wabanaatika wanisaaaa-il mu'miniina yudniina 'alaihinna min jalaabiibihinna dzalika adna an yu'rafna falaa yu'dzaina wakaanallahu ghafuuran rahiiman
"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin: 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu, supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang." – (QS.33:59)
2. Menyambung rambut / memakai konde.
Dari Asma’ binti Abi Bakr, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga semua rambut kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera mempertemukannya dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung”
(HR Bukhari no 5591 dan Muslim no 2122).
3. Mewarnai / menyemir rambut dengan warna hitam.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.”
(HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim).
4. Mencabut uban.
Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.”
(HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
5. Memakai bulu mata palsu.
Fatwa: "...Menurut hemat saya, tidak diperbolehkan memasang bulu mata buatan (palsu) pada kedua matanya, karena hal tersebut sama dengan memasang rambut palsu, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang memasang dan yang minta dipasangi rambut palsu. Jika Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu) maka memasang bulu mata pun tidak boleh. Juga tidak boleh memasang bulu mata palsu karena alasan bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. Selayaknya seorang wanita muslimah menerima dengan penuh kerelaan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah, dan tidak perlu melakukan tipu daya atau merekayasa kecantikan, sehingga tampak kepada sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti memiliki pakaian yang tidak patut dipakai oleh seorang wanita muslimah..." (Disampaikan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman al-Jibrin. Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini jilid 3, hal.80-81 cet, Darul Haq, Jakarta.)
6. Bertabarruj.
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Waqarna fii buyuutikunna walaa tabarrajna tabarrujal jaahilii-yatil aula wa-aqimnash-shalaata wa-atiinazzakaata wa-athi'nallaha warasuulahu innamaa yuriidullahu liyudzhiba 'ankumurrijsa ahlal baiti wayuthahhirakum tathhiiran
"dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias, dan bertingkah-laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlulbait, dan membersihkan (dosa) kamu sebersih-bersihnya." – (QS.33:33)
7. Merenggangkan / mengikir gigi.
Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. (HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).
Dari ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerik alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah. (HR. Bukhari 4886).
8. Membuat tatu.
Dari Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, beliau mengatakan,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. (HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).
9. Memakai jilbab gaul / tidak memenuhi syarat hijab.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahkan telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2128) dan Ahmad (no. 8673).
10. Memakai rambut palsu.
Memakai wig/rambut palsu hukumnya haram, karena termasuk al-washl yaitu menyambung rambut yang diharamkan. (Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah). Seandainya tidak dianggap al-washl, maka wig itu menampakkan rambut si wanita lebih panjang daripada yang sebenarnya sehingga menyerupai al-washl. Padahal wanita yang melakukannya dilaknat sebagaimana disebutkan oleh hadits: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambungkan rambutnya.” (HR. al-Bukhari no. 5941, 5926 dan Muslim no. 5530). (Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah).
Perbuatan al-washl ini diharamkan, sama saja apakah si wanita melakukannya dengan izin suami atau tidak, karena perbuatan haram tidak terkait dengan izin dan ridha.
11. Mencukur rambut menyerupai laki-laki atau wanita kafir.
a. Potongan yang menyerupai potongan laki-laki maka hukumnya haram dan dosa besar, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kaum wanita yang menyerupai kaum pria. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” (HR. Bukhari)
b. Potongan yang menyerupai potongan khas wanita kafir, maka hukumnya juga haram, karena tidak boleh menyerupai orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (HR. Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani)
“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (HR. Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani)
12. Mencukur / mencabut bulu alis.
Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentatu, kecuali karena penyakit.
(HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).
13. Memakai lensa kontak berwarna untuk tabarruj.
"...lensa kontak berwana untuk perhiasan (untuk bergaya). Maka hukumnya sama dengan perhiasan, jika digunakan untuk berhias bagi suaminya maka tidak mengapa. Jika digunakan untuk yang lain maka hendaknya tidak menimbulkan fitnah. Dipersyaratkan juga tidak menimbulkan bahaya (misalnya iritasi dan alergi pada mata, pent) atau menimbulkan unsur penipuan dan kebohongan misalnya menampakkan pada laki-laki yang akan melamar. Dan juga tidak ada unsur menyia-nyiakan harta (israaf) karena Allah melarangnya."
14. Operasi plastik untuk kecantikan.
”Operasi kecantikan (plastik) ini ada dua macam.
Pertama, operasi kecantikan untuk menghilangkan cacat yang karena kecelakaan atau yang lainnya. Operasi seperti ini boleh dilakukan,
Kedua, operasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Operasi ini hukumnya haram, tidak boleh dilakukan,
‘Rasulullah melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tato, dan orang yang minta dibuatkan tato.’ (H.R. Bukhari). (Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, hlm. 478–479).
15. Memakai kawat gigi untuk kecantikan / tabarruj.
“Memperbaiki gigi ini dibagi menjadi dua kategori:
Pertama, jika tujuannya supaya bertambah cantik atu indah, maka ini hukumnya haram. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menata giginya agar terlihat lebih indah yang merubah ciptaan Allah. Padahal seorang wanita membutuhkan hal yang demikian untuk estetika (keindahan), dengan demikian seorang laki-laki lebih layak dilarang daripada wanita.
Kedua, jika seseorang memperbaikinya karena ada cacat, tidak mengapa ia melakukannya. Sebagian orang ada suatu cacat pada giginya, mungkin pada gigi serinya atau gigi yang lain. Cacat tersebut membuat orang merasa jijik untuk melihatnya. Keadaan yang demikian ini dimaklumi untuk membenarkannya. Hal ini dikategorikan sebagai menghilangkan aib atau cacat bukan termasuk menambah kecantikan.
Wallahu a'lam bishawwab
Baarakallahu fikum.....
August 9, 2014
Makna Disebalik Lagu Tanya Sama Itu Hud – Hud

Tujuh puluh tiga pintu
Tujuh puluh tiga jalan
Yang sampai hanya satu jalan
Ketahuilah bahawa orang-orang sebelum kamu daripada Ahli Kitab telah berpecah kepada tujuh puluh dua kumpulan, dan sesungguhnya kumpulan ini (umat Islam) akan berpecah kepada tujuh puluh tiga (kumpulan), tujuh puluh dua daripadanya akan masuk neraka dan hanya satu daripadanya akan masuk syurga, iaitu al-Jamaah. (lihat Sunan Abu Daud no 4429).
Maknanya, yang sampai itu bermaksud yang selamat. Hanya ada satu jalan untuk selamat iaitu dengan mengikuti sunnah Rasulullah dan para sahabat. Agak-agaknya la kan, kita ni mengikut sunnah baginda tak?
Beribu-ribu Margasatua
Mencari raja si Muraq
Yang sampai hanya tiga puluh
Ooh… Sang Algojo
Ooh… nanti dulu
Algojo itu adalah orang yang ditugaskan mencabut nyawa. Kalau di penjara, beliau mungkin orang yang memegang butang yang menjadi pemegang lantai di bawah tali gantung. Tapi hakikat sebenar, yang ditugaskan mengambil nyawa itu adalah malaikat maut. Andainya dia tiba dan mahu menjalankan tugas, boleh tak kita nak kata kat dia,
“Oohhh nanti dulu!”?
Lihat dunia dari mata burung
Atau lihat dari dalam tempurung
Yang mana satu engkau pilih
Dalam kalut ada peraturan
Peraturan mencipta kekalutan
Di mana pula kau berdiri
Di sini
“Singkap kembali sejarah Rasullullah membawa cahaya pada Zaman Jahiliah. Rasullullah mengajarkan Islam pada masyarakat yang jahil. Maka dalam keadaan jahil itu wujudlah satu sistem yang sempurna. Namun dunia kini sudah jauh berubah, sistem yang sempurna itu sudah tidak diguna pakai. Tempatnya diambil alih oleh undang-undang ciptaan manusia sendiri yang terlalu banyak kekurangan, terkadang itu banyak kontroversi berlaku dan kita berada DI SINI!“
Ada betulnya kata beliau. Semasa kekalutan jahiliyah, peraturan Islam yang dibawa oleh Rasulullah mengubah keadaan masyarakat. Namun setelah peraturan tersebut diubah-ubah, ia mengundang kekalutan. Dan di mana kita berada? Di sini, di dunia yang penuh kalut ini.
Ooh… Sang Algojo
Ooh… nanti dulu
Berikan ku kesempatan akhir ini
Untuk menyatakan kalimah/kisah sebenarnya
Berikan aku kesempatan akhir ini
Lai lai la lai la lai
Tanya sama itu hud-hud
Lang mensilang
Kui mengsikui
Kerana dia yang terbangkan ku ke mari
April 30, 2014
SAYA DAN AWAK....

April 27, 2014

Besarnya dugaan orang lelaki nak meminang anak dara orang.
Budak-budak lelaki yang cuma nak main-main, couple
suka-suka, takkan lalui benda ni sebab ketidakmatangan mereka menghalang
sel-sel otak mereka berhubung dari memikirkan persediaan ke arah nikah.
Hanya orang yang betul-betul serius akan memahami apa erti kesusahan di alam perkahwinan.
Bila betul-betul serius suka. Betul-betul nak
kahwin. Andai bernasib baik jumpa mentua yang betul-betul Islamik, anda tidak
akan mengalaminya. Insya-Allah.
Namun, jika kurang bernasib baik, lelaki akan ditanya
bakal mentuanya seperti ini.
"Kamu kerja apa? Masih belajar? Bila nak
habis? Lama lagi? Lulusan diploma? Degree? Master or PhD?"
"Berapa tahun kerja?"
"Kerajaan or swasta?"
"Tetap or sementara or kontrak?"
"Gaji sebulan berapa?"
"Kerja kamu ini apa masa depannya? Ada kenaikan
gaji? Ada bonus? Elaunnya bagaimana?"
"Pergi kerja dengan apa? Kereta? Motosikal?
LRT? Tumpang kawan?"
"Rumah sendiri or rumah sewa? Nanti dah nikah
nak tinggal mana?"
"Agak-agak bila nak nikah? Persediaan macam
mana?"
"Mampu tanggung anak kami macam kami
tanggung?"
Fuh. Nasib la sesiapa yang mengalami situasi sebegitu.
Berpeluh sampai ke tumit juga la nak menjawab soalan macam
ni. Dengan gemuruh lagi, ketar satu badan, maklumlah bakal mertuakn.
Jika jawapan yang kamu berikan adalah,
"Baru kerja. Bukan kerajaan. Belum dapat status
tetap or berpencen. Gaji masih peringkat starting tak sampai 1.5K sebulan. Tak
sure masa depan syarikat tempat kerja, maybe short-term dan kena cari kerja
lain yang lebih bagus. Pergi kerja dengan motosikal. Kadang-kadang naik LRT.
Cadangan nikah tak dapat buat lagi tahun ni, maybe satu dua tahun lagi.
Persediaan masih dalam perancangan. Lepas nikah maybe sewa rumah flat dulu
sebab dalam proses nak loan kereta. Insya-Allah mampu kot."
Dengan jawapan temuduga yang tak berapa nak pass
macam ni, belum tentu kamu akan diterima walaupun kamu suka sama suka dengan si
anak. Tu contoh yang makan gaji. Kalau yang tak ada kerja langsung camana?
Di mata para ibu bapa gadis, mereka nakkan yang
terbaik untuk anak-anak mereka. Bila kamu jadi ibu bapa kelak, kamu juga nak
pilih menantu yang terbaik. Takkan nak yang cikai-cikai, cukup-cukup makan je.
Secara logiknya begitu.
Sebab tidak ramai ibu bapa yang betul-betul Islamik, yang betul2 memikirkan soal tanggungjawab dari segi Islam bagi anak mereka pada masa kini. Kebanyakkan mereka ikut logik dan rasa tanggungjawab penuh sebagai ibu bapa sahaja.
Sukar untuk mencari ibu bapa yang kata,
"Tak kisahlah kamu kerja apa, kerja kat mana.
Tak perlu keluarkan kos banyak-banyak. Cukuplah dengan apa yang kamu ada. Yang
penting, kamu suka anak kami, ikhlas nak buat isteri dan kami sedia terima kamu
sepenuhnya dengan seluas-luasnya hati kami. Kami alu-alukan kamu jadi keluarga
kami. Welcome aboard to our big family." (senyum sampai telinga sambut
kita)
Ada. Tapi susah. Ini realiti kehidupan modern sekarang. Tambah-tambah anak orang yang kamu nak itu berada dalam kategori
orang berada atau kaya.
Berterus-terang dengan ketidakmampuan diri adalah
cara yang terbaik. Andai ibu-bapa si gadis tidak berkenan dengan kita, tidak
suka dengan kerja kita yang tidak menjamin kehidupan anak mereka, maka jalan
terbaik adalah undur diri saja.
Bukan kerana tidak berusaha untuk dapatkan kerja
yang lebih baik, tapi bukan senang juga nak dapat kerja yang bagus dengan
ekonomi yang tidak begitu baik dewasa ini. Apabila ibu-bapa gadis terlalu inginkan yang
terbaik, andainya ia terlalu membebankan kamu untuk capai sebagaimana demand
mereka. Maka, sila undur diri saja.
Jika mereka mahukan menantu yang terbaik. Kita juga
mahukan mertua yang terbaik. Mertua yang terbaik pada kita adalah yang memahami
erti hidup Islam sebenar. Tidak demand ke tahap yang kita tak mampu lakukan.
Nikah tidak rumit dalam Islam.
Lepaskan saja anak mereka, insya-Allah pandailah
orang tua mereka matchkan dengan calon yang lebih baik sebagaimana ciri-ciri
menantu impian mereka. Bukan enggan berusaha, tapi berjaya tu tak datang
sekelip mata.
Nasihat saya kepada semua lelaki, sila lengkapkan
diri betul-betul sebelum jalani temuduga keluarga. Biar bersedia segala sudut.
Jangan pergi dengan bekal kosong dan janji manis. Aturan Allah itu terbaik. Jaminan Dia lebih baik
dari jaminan kita. Bagi semua yang dah bergelar tunang atau isteri,
hargailah lelaki masing-masing. Kerana bina masjid suci, tak semudah kita
bermimpi.
Nukilan lelaki biasa yang belum pernah mengalami pengalaman yang sebenar.
Sekadar sebuah contengan nukilan jalanan untuk santapan semua.
Husband and wife dialogue...............

The husband : did you pray
‘Asr prayer ?
The wife : No !
The husband : Why ?
The wife : I just arrived from
work and I am a bit tired. I will go to sleep.
The husband : Ok ! Go pray
‘Asr and Maghrib before the Athan for ‘Isha prayer starts.
The next day, as usual, the
husband went on a business trip which would last for days.
He left the house. After few
hours he arrived
at his destination.
The wife waited for his call
as usual. He didn’t call or inbox her.
She phoned him but no reply!
She became irritated and worried about him.
She phoned again and again but
no reply !
After few hours he phoned her.
The wife : are you ok, honey
??
The husband : yes, ?? am ok.
Alhamdulillah.
The wife : when did you arrive
??
The husband : four hours now.
The wife : «surprised » : FOUR
hours !!! but you didn’t call !!!
The husband : I arrived a bit
tired and I went to sleep.
The wife : You could have
called me. It wouldn’t have taken more than few minutes. Didn’t you hear the phone
ringing ?
The husband : Yes, I did.
The wife : why didn’t you
answer the phone? Didn’t you care?
The husband : (silent)….. But
yesterday you also didn’t care when you heard the Adhan, a call from ALLAH…
The wife : (silent, and tears
in her eyes). You are right, honey. I am
sorry !
The husband : Ask ALLAH
subhanahu wa ta’ala to forgive you, not me! We can be together in Jannah..
InshaAllah
March 29, 2014
DAJJAL

Doa
Pelindung dari fitnah Dajjal
Doa
Agar Selamat Dari Fitnah Dajjal - Setiap umat muslim yang beriman pasti sudah
tau siapa itu dajjal, dan sifat-sifatnya. Dajjal ialah sosok yang akan turun ke
bumi pada hari kiamat dan akan menyebarkan fitnah, fitnah itu di antara nya
adalah :
- Dia mengaku sebagai tuhan
- Dia membawa surga dan neraka dan menyuruh umat muslim untuk memilih, dan bagi umat muslim yang kurang beriman maka umat muslim tersebut akan memilih surga dajjal.
Dari
Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
"Dajjal
cacat mata kiri nya, kriting rambutnya, bersamanya surga dan neraka, nerakanya
adalah surga Allah dan Surga nya adalah Neraka Allah." (HR. Muslim, no.
2934)
- Membunuh seseorang kemudian menghidupkannya kembali (atas izin allah)
Rasulullah
SAW berkata :
“Keluarlah
pada hari itu seorang yang terbaik atau di antara orang terbaik. Dia berkata:
‘Aku bersaksi engkau adalah Dajjal yang telah disampaikan kepada kami oleh
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Dajjal berkata (kepada pengikutnya):
‘Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali apakah kalian
masih ragu kepadaku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Maka Dajjal membunuhnya dan
menghidupkannya kembali….” (HR. Muslim no. 2938)
- Menggergaji seseorang kemudian membangkitkannya lagi (atas izin allah) Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dari sahabat Abu Sai’d Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu (no. 2938) berkata:
Rasulullah
S.A.W menyampaikan kepada kami sebuah hadits yang panjang tentang Dajjal pada
suatu hari. Di antara apa yang beliau sampaikan adalah:
“Dajjal
datang dan dia diharamkan untuk masuk ke kota Madinah, maka dia berakhir di
daerah yang tanahnya bergaram yang berada di sekitar Madinah. Maka keluarlah
kepadanya seorang yang paling baik dan dia berkata: ‘Aku bersaksi bahwa kamu
adalah Dajjal yang telah diceritakan oleh Rasulullah.’ Lalu Dajjal berkata
(kepada pengikutnya): ‘Bagaimana jika aku membunuh orang ini kemudian
menghidupkannya, apakah kalian masih tetap ragu tentang urusanku?’ Mereka berkata:
‘Tidak.’ Dia pun membunuhnya kemudian menghidupkannya. Orang yang baik itu
berkata setelah dihidupkan: ‘Demi Allah, aku semakin yakin tentang dirimu.’
Rasulullah berkata: ‘Lalu Dajjal ingin membunuhnya lagi namun dia tidak sanggup
melakukannya’.”
- Memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lalu turunlah hujan (atas izin allah)
Dari
An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam berkata:
“…Dia
datang kepada satu kaum mendakwahi mereka. Merekapun beriman kepadanya, menerima
dakwahnya. Maka Dajjal memerintahkan langit untuk hujan dan memerintahkan bumi
untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanama..” (HR.
Muslim no. 2937)
Adapun kaum yang tidak beriman dan tidak
menerima dakwah Dajjal, tidak ada sedikit harta pun tersisa pada mereka.
- Bersamanya air, sungai, dan gunung roti, api, dan air
Rasaulullah
SAW bersabda :
“…Sesungguhnya
bersama dia ada surga dan nerakanya, sungai dan air, serta gunung roti.
Sesungguhnya surganya Dajjal adalah neraka dan nerakanya Dajjal adalah surga.”
(HR. Ahmad. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: sanadnya shahih. Lihat
Qishshatu Masihid Dajjal)
Dari ‘Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dia
berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang
Dajjal:
“Sungguh
Dajjal akan keluar dan bersamanya ada air dan api. Apa yang dilihat manusia air
sebenarnya adalah api yang membakar. Apa yang dilihat manusia api sesungguhnya
adalah air minum dingin yang segar. Barangsiapa di antara kalian yang
mendapatinya hendaknya memilih yang dilihatnya api, karena itu adalah air segar
yang baik.” (HR. Muslim no. 2935)
"Sejak
terciptanya manusia hingga datangnya Hari Kiamat, tak ada fitnah lebih besar
daripada fitnahnya Dajjal". (Misykat, hal. 472) Hadith Riwayat Muslim
“Aku
benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi
melainkan ia pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah tersebut. Tetapi aku
akan mengatakan kepada kalian suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh
seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) cacat (sebelah matanya) sedangkan
Allah tidaklah cacat (sebelah mata)”.
(Sahih
Jami’ shogir 3495/ Al-Bany) Hadith Riwayat Bukhari
Siapa
dajjal itu tidak berapa penting untuk kita ketahui, tetapi kewajipan untuk
berlindung dari fitnah dajjal merupakan perkara yang amat penting buat kita.
Sebab itu dalam sebuah hadith Rasulullah s.a.w bersabda:
"Bila
seseorang selesai membaca tashahhud (akhir), hendaklah ia memohon perlindungan
kepada Allah empat perkara, iaitu: ' Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari
siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari
fitnah dajjal'. [Selanjutnya, hendaklah ia berdoa memohon kebaikan utk dirinya
sesuai kepentingannya]". (Hadith riwayat Muslim, Abu 'Awanah, Nasa'i dan
Ibnu jarud dalam al-muntaqa [27].)
Dalam
riwayat abu daud dan ahmad dengan sanad yang sahih, Nabi selalu membaca doa
tersebut dalam tasyahhudnya.
Lihatlah
betapa pentingnya untuk kita berlindung dari fitnah dajjal tersebut, Nabi s.a.w
seorang manusia yang secara mutlaknya mendapat lindungan dari Allah sendiri
selalu memohon perlindungan dari fitnah dajjal, sedangkan siapa kita di sisi
Allah.
Bahayanya
fitnah dajjal ialah, ia bukan sahaja mengelirukan orang awam yang rendah ilmu
dan imannya , tetapi jika di lihat sejarah, berapa ramai ulama' terkeliru
dengan dajjal ini, baik dajjal kiasan ataupun realiti. Fitnah dajjal amat
dasyat, boleh jadi seseorang yang awalnya Islam akan tersesat di akhir
hayatnya..kemungkinan akan murtad..
Nauzubillah.....
Dari
Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, "Jika salah seorang di antaramu telah
selesai membaca tasyahud akhir, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah
dari empat hal, dengan membaca:
Ruminya
: Alloohumma inni a'uuzu bika min 'azaabil qabri, wa min 'azaabi jahannam , wa
min fitnatil mahyaaa wal mamaati, wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal
Ertinya
: Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari siksaan kubur, dari siksaan neraka
jahanam, dari fitnah hidup dan mati dan dari fitnah dajjal.
Marilah
sama-sama kita amalkan..
Subscribe to:
Posts (Atom)





