Kita Geng Okeh!

September 16, 2014

Khalifah - Suara Khalifah


Ya Aiyuhallazi na’amanu Ittakhullah Allahuakbar
Subhanallah Walhamdulillah
Walailaha Illallah Allahuakbar

Hei dengarlah wahai umat manusiaJangan mudah percaya dengan tipu daya
Syaitan yang bersarungkan badan
Iblis pula di lubuk hati
Jiwa dikuasai

Berkata nabi junjungan kitaNafsu musuh yang nyata
Perangilah ia
Hai bacalah dengan nama Yang Kuasa
Yang mengajar kita berbicara di hujung pena
Amal maa’ruf nahi mungkar

Cinta cintailah Allah dan RasulullahKasih sayang pula sesama kita
Sifat mulia dinantikan syurga bila akhirnya
Jangan jangan lupa ajaran agama
Yang melarang kita melaku dosa
Bersihkan badan sucikan jiwa kerana Allah

Jalan berjalan di jalan yang lurusJalan yang terang lagi bersuluh
Kita menuju ke tempat yang Satu
Ke genggaman itu
Amal maa’ruf nahi mungkar (2x)

Ya Aiyuhallazi na’amanuIttakhullah Allahuakbar
Subhanallah Walhamdulillah
Allahuakbar

Cinta cintailah Allah dan RasulullahKasih sayang pula sesama kita
Sifat mulia dinantikan syurga bila akhirnya

Ya Aiyuhallazi na’amanu Ittakhullah Allahuakbar
Subhanallah Walhamdulillah
Walailaha Illallah Allahuakbar




Khalifah - Suara Khalifah (Official Music Video 720 HD) 

September 10, 2014

Nama-nama yang perlu dielakkan


TENTU kita pernah mendengar ungkapan, ‘Apa Ada Pada Nama’ bukan? Telah terbukti bahawa nama amat penting dalam memain peranan terhadap diri seseorang individu/insan.Dalam program Tanyalah Ustaz, di TV9, Ustaz Sharhan Shafie seorang pengamal perubatan Islam menyatakan nama-nama berikut merupakan antara nama-nama anak Jin.Walaupun sebutan nama-nama berkenaan sedap didengar dan maknanya elok, menurut pengalaman beliau yang banyak mengubat pesakit-pesakit berkaitan sihir dan gangguan makhluk halus, nama-nama ini boleh mendatangkan penyakit misteri kepada seseorang.Eloklah TIDAK mengambil nama-nama di bawah ini untuk dinamakan pada anak-anak :
1. Balqis
2. Qistina/Kistina
3. Najwa
4. Zaquan/Zakuan
5. Batrisya
6. Erisya



Peringatan dari Ustaz Sharhan Shafie, kepada mereka-mereka yang mempunyai nama-nama seperti di atas TIDAK perlu untuk menukarkan nama tetapi cukuplah dengan menukar nama panggilan. Sebagai contoh, kalau nama NUR NAJWA. Kalau sebelum ini nama panggilan adalah Najwa, elok ditukarkan kepada Nur saja.Sesungguhnya segala macam penyakit sama ada sakit biasa atau misteri, semuanya datang dari Allah SWT. Bukan dari nama seseorang, semuanya ketentuan-Nya jua. Cuma apa yang Ustaz Sharhan mahu sampaikan ialah dia selalu jumpa kes-kes pesakit yang datang untuk buat rawatan, pesakit itu namanya sama seperti nama-nama anak jin di atas. [SUMBER]Sebab itulah dia menasihatkan kalau boleh elakkan memberi nama anak seperti nama anak yang selalu dipakai jin, walaupun tidaklah salah apatah lagi berdosa memakai nama tersebut.

September 3, 2014

15 dosa pada bagahian kepala seorang wanita

1. Tidak berhijab (menutup aurat).

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Yaa ai-yuhaannabii-yu qul azwaajika wabanaatika wanisaaaa-il mu'miniina yudniina 'alaihinna min jalaabiibihinna dzalika adna an yu'rafna falaa yu'dzaina wakaanallahu ghafuuran rahiiman
"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin: 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu, supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang." – (QS.33:59)

2. Menyambung rambut / memakai konde.

Dari Asma’ binti Abi Bakr, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga semua rambut kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera mempertemukannya dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung”
(HR Bukhari no 5591 dan Muslim no 2122).

3. Mewarnai / menyemir rambut dengan warna hitam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.”
(HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim).

4. Mencabut uban.

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.”
(HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

5. Memakai bulu mata palsu.

Fatwa: "...Menurut hemat saya, tidak diperbolehkan memasang bulu mata buatan (palsu) pada kedua matanya, karena hal tersebut sama dengan memasang rambut palsu, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang memasang dan yang minta dipasangi rambut palsu. Jika Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu) maka memasang bulu mata pun tidak boleh. Juga tidak boleh memasang bulu mata palsu karena alasan bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. Selayaknya seorang wanita muslimah menerima dengan penuh kerelaan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah, dan tidak perlu melakukan tipu daya atau merekayasa kecantikan, sehingga tampak kepada sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti memiliki pakaian yang tidak patut dipakai oleh seorang wanita muslimah..." (Disampaikan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman al-Jibrin. Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini jilid 3, hal.80-81 cet, Darul Haq, Jakarta.)

6. Bertabarruj.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Waqarna fii buyuutikunna walaa tabarrajna tabarrujal jaahilii-yatil aula wa-aqimnash-shalaata wa-atiinazzakaata wa-athi'nallaha warasuulahu innamaa yuriidullahu liyudzhiba 'ankumurrijsa ahlal baiti wayuthahhirakum tathhiiran
"dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias, dan bertingkah-laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlulbait, dan membersihkan (dosa) kamu sebersih-bersihnya." – (QS.33:33)
7. Merenggangkan / mengikir gigi.

Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. (HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).
Dari ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerik alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah. (HR. Bukhari 4886).

8. Membuat tatu.

Dari Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, beliau mengatakan,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. (HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).

9. Memakai jilbab gaul / tidak memenuhi syarat hijab.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahkan telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2128) dan Ahmad (no. 8673).

10. Memakai rambut palsu.

Memakai wig/rambut palsu hukumnya haram, karena termasuk al-washl yaitu menyambung rambut yang diharamkan. (Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah). Seandainya tidak dianggap al-washl, maka wig itu menampakkan rambut si wanita lebih panjang daripada yang sebenarnya sehingga menyerupai al-washl. Padahal wanita yang melakukannya dilaknat sebagaimana disebutkan oleh hadits: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambungkan rambutnya.” (HR. al-Bukhari no. 5941, 5926 dan Muslim no. 5530). (Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah).
Perbuatan al-washl ini diharamkan, sama saja apakah si wanita melakukannya dengan izin suami atau tidak, karena perbuatan haram tidak terkait dengan izin dan ridha.

11. Mencukur rambut menyerupai laki-laki atau wanita kafir.

a. Potongan yang menyerupai potongan laki-laki maka hukumnya haram dan dosa besar, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kaum wanita yang menyerupai kaum pria. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” (HR. Bukhari)
b. Potongan yang menyerupai potongan khas wanita kafir, maka hukumnya juga haram, karena tidak boleh menyerupai orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (HR. Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani)

12. Mencukur / mencabut bulu alis.

Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentatu, kecuali karena penyakit.
(HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).

13. Memakai lensa kontak berwarna untuk tabarruj.

"...lensa kontak berwana untuk perhiasan (untuk bergaya). Maka hukumnya sama dengan perhiasan, jika digunakan untuk berhias bagi suaminya maka tidak mengapa. Jika digunakan untuk yang lain maka hendaknya tidak menimbulkan fitnah. Dipersyaratkan juga tidak menimbulkan bahaya (misalnya iritasi dan alergi pada mata, pent) atau menimbulkan unsur penipuan dan kebohongan misalnya menampakkan pada laki-laki yang akan melamar. Dan juga tidak ada unsur menyia-nyiakan harta (israaf) karena Allah melarangnya."

14. Operasi plastik untuk kecantikan.

”Operasi kecantikan (plastik) ini ada dua macam.
Pertama, operasi kecantikan untuk menghilangkan cacat yang karena kecelakaan atau yang lainnya. Operasi seperti ini boleh dilakukan,
Kedua, operasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Operasi ini hukumnya haram, tidak boleh dilakukan,
‘Rasulullah melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tato, dan orang yang minta dibuatkan tato.’ (H.R. Bukhari). (Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, hlm. 478–479).

15. Memakai kawat gigi untuk kecantikan / tabarruj.

“Memperbaiki gigi ini dibagi menjadi dua kategori:
Pertama, jika tujuannya supaya bertambah cantik atu indah, maka ini hukumnya haram. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menata giginya agar terlihat lebih indah yang merubah ciptaan Allah. Padahal seorang wanita membutuhkan hal yang demikian untuk estetika (keindahan), dengan demikian seorang laki-laki lebih layak dilarang daripada wanita.
Kedua, jika seseorang memperbaikinya karena ada cacat, tidak mengapa ia melakukannya. Sebagian orang ada suatu cacat pada giginya, mungkin pada gigi serinya atau gigi yang lain. Cacat tersebut membuat orang merasa jijik untuk melihatnya. Keadaan yang demikian ini dimaklumi untuk membenarkannya. Hal ini dikategorikan sebagai menghilangkan aib atau cacat bukan termasuk menambah kecantikan.

Wallahu a'lam bishawwab
Baarakallahu fikum.....

August 9, 2014

Makna Disebalik Lagu Tanya Sama Itu Hud – Hud

Pernah tak korang dengar lagu hasil ciptaan M. Nasir iaitu ‘Tanya Sama Itu Hud – Hud’. Lagu yang senang melekat di halwa telinga ini sebenarnya mempunyai lirik yang tersirat serta bermakna. 




Mari kita rungkaikan maksud lagu tersebut satu persatu.

Tujuh puluh tiga pintu
Tujuh puluh tiga jalan
Yang sampai hanya satu jalan

Pernah dengar tak hadith Rasulullah s.a.w tentang umat Islam yang terpecah kepada 73 golongan, dan daripada kesemua ini hanya satu golongan yang terselamat dari seksaan neraka iaitu golongan (jemaah) yang mengikuti sunnah Rasulullah dan sahabatnya.
Ketahuilah bahawa orang-orang sebelum kamu daripada Ahli Kitab telah berpecah kepada tujuh puluh dua kumpulan, dan sesungguhnya kumpulan ini (umat Islam) akan berpecah kepada tujuh puluh tiga (kumpulan), tujuh puluh dua daripadanya akan masuk neraka dan hanya satu daripadanya akan masuk syurga, iaitu al-Jamaah. (lihat Sunan Abu Daud no 4429).
Maknanya, yang sampai itu bermaksud yang selamat. Hanya ada satu jalan untuk selamat iaitu dengan mengikuti sunnah Rasulullah dan para sahabat. Agak-agaknya la kan, kita ni mengikut sunnah baginda tak?

Beribu-ribu Margasatua
Mencari raja si Muraq
Yang sampai hanya tiga puluh

Rangkap ini diekstrak daripada syair Parsi – Musyawarah Burung (Mantiq Al-Tayr) tulisan Farid ud-Din Attar. Dalam syair tersebut, beribu-ribu burung terbang untuk mencari raja mereka, Simurgh. Daripada beribu-ribu burung tadi, hanya tiga puluh yang berjaya. Simurgh juga bermaksud 30. Kejayaan mereka membolehkan mereka sampai kepada tahap mengenali sang raja. Bukan mudah untuk sampai ke tahap tersebut kerana mereka perlu menghadapi 7 lembah. Sebenarnya, perjalanan burung-burung ini adalah perjalanan penulis syair tersebut dalam mencari makna dan hakikat hidup. Raja yang ditemui adalah diri mereka sendiri.
Ooh… Sang Algojo
Ooh… nanti dulu

Algojo itu adalah orang yang ditugaskan mencabut nyawa. Kalau di penjara, beliau mungkin orang yang memegang butang yang menjadi pemegang lantai di bawah tali gantung. Tapi hakikat sebenar, yang ditugaskan mengambil nyawa itu adalah malaikat maut. Andainya dia tiba dan mahu menjalankan tugas, boleh tak kita nak kata kat dia, 

“Oohhh nanti dulu!”?
Lihat dunia dari mata burung
Atau lihat dari dalam tempurung
Yang mana satu engkau pilih

Dua rangkap yang atas tu jelas dan terang, menyuruh kita berfikir antara melihat dari mata burung,with an open mind dan berpandangan jauh atau sekadar mahu melihat seperti katak di bawah tempurung. Hanya melihat tempurung dan diri sendiri. Itupun kalau ada cahaya. Kalau tak ada? Gelap gelitalah jawabnya. Maka, pilihlah dengan akal dan iman yang dianugerahkan.

Dalam kalut ada peraturan
Peraturan mencipta kekalutan
Di mana pula kau berdiri
Di sini

Mula-mula saya kurang faham dengan rangkap ini. Tetapi akhirnya menemui satu blog. Penulis blog menyatakan bahawa,
“Singkap kembali sejarah Rasullullah membawa cahaya pada Zaman Jahiliah. Rasullullah mengajarkan Islam pada masyarakat yang jahil. Maka dalam keadaan jahil itu wujudlah satu sistem yang sempurna. Namun dunia kini sudah jauh berubah, sistem yang sempurna itu sudah tidak diguna pakai. Tempatnya diambil alih oleh undang-undang ciptaan manusia sendiri yang terlalu banyak kekurangan, terkadang itu banyak kontroversi berlaku dan kita berada DI SINI!“
Ada betulnya kata beliau. Semasa kekalutan jahiliyah, peraturan Islam yang dibawa oleh Rasulullah mengubah keadaan masyarakat. Namun setelah peraturan tersebut diubah-ubah, ia mengundang kekalutan. Dan di mana kita berada? Di sini, di dunia yang penuh kalut ini.

Ooh… Sang Algojo
Ooh… nanti dulu
Berikan ku kesempatan akhir ini
Untuk menyatakan kalimah/kisah sebenarnya
Berikan aku kesempatan akhir ini
Lai lai la lai la lai

Boleh tak merayu di saat akhir kehidupan. Waktu itu baru nak bertaubat, baru nak merayu, baru nak bersaksi dengan kalimah kebenaran (syahadah)? Baru nak kata, yang kita bersaksi sebenar-benar Tuhan hanyalah Allah. Sempat tak?

Tanya sama itu hud-hud
Lang mensilang
Kui mengsikui
Kerana dia yang terbangkan ku ke mari

Yang ni, kena baca kisah Musyawarah Burung. Oleh kerana burung hud-hud yang mendakwa bahawa raja si Muraq itu wujud dan menerbangkan kawanan burung ke tempat yang dituju, maka kena tanya pada dia lah tentang semua persoalan yang timbul dalam lirik ini.


April 30, 2014

SAYA DAN AWAK....


Saya Sedih!
Kenapa awak tak tegur saya?
Awak tahu saya tak tutup aurat dengan sempurna, memakai baju mengikut fesyen sehingga melanggar syariah Islam, tetapi kenapa awak tak tegur saya? Malah awak puji saya dengan cakap apa?
“ Cantiknya awak pakai baju tu!”
Awak tahu saya buat maksiat dengan Boyfriend saya, selalu sahaja saya mengemas kini status dengan gambar saya dengan Boyfriend saya, tetapi kenapa awak tak pernah tegur saya? Malah awak ucap apa dekat saya?
“ Tahniah, semoga kekal ke jinjang perkahwinan.”
Ucapan awak tu membuatkan saya semakin hanyut dengan dunia maksiat!
Awak tahu saya selalu mengumpat dekat kawan saya, tetapi awak membiarkan sahaja saya mengumpat malah awak mengia-iakan lagi membuatkan saya yakin bahawa saya adalah di pihak yang benar walau saya tahu saya salah.
Awak,
Awak memang sengaja nak masukkan saya ke neraka kan? Awak sengaja nak bahagia dengan masuk syurga sendirian kan? Awak jangan harap nak masuk sebab saya akan tarik awak masuk neraka bersama-sama dengan saya sebab awak sekongkol untuk membuatkan saya leka di dunia.
Saya kurang ilmu agama, tetapi awak tinggi ilmu agama. Mana ajaran agama awak tu? Kenapa awak tak guna untuk bantu saya?
Saya tahu saya tak guna, tetapi awak lagi tak guna dengan membiarkan saya terseksa di kubur dengan seksaan yang perit!
Awak tunggulah di akhirat kelak, saya akan tarik awak masuk neraka sebab awak tak tegur saya!

Moral Value: Sekiranya kita tahu, sahabat kita melakukan kesalahan, janganlah membiarkan mereka terus melakukan kesalahan, tegurlah dengan harapan kita juga mampu bersama dengannya di syurga.


April 27, 2014

Besarnya dugaan orang lelaki nak meminang anak dara orang.
Budak-budak lelaki yang cuma nak main-main, couple suka-suka, takkan lalui benda ni sebab ketidakmatangan mereka menghalang sel-sel otak mereka berhubung dari memikirkan persediaan ke arah nikah.

Hanya orang yang betul-betul serius akan memahami apa erti kesusahan di alam perkahwinan.
Bila betul-betul serius suka. Betul-betul nak kahwin. Andai bernasib baik jumpa mentua yang betul-betul Islamik, anda tidak akan mengalaminya. Insya-Allah.

Namun, jika kurang bernasib baik, lelaki akan ditanya bakal mentuanya seperti ini.
"Kamu kerja apa? Masih belajar? Bila nak habis? Lama lagi? Lulusan diploma? Degree? Master or PhD?"
"Berapa tahun kerja?"
"Kerajaan or swasta?"
"Tetap or sementara or kontrak?"
"Gaji sebulan berapa?"
"Kerja kamu ini apa masa depannya? Ada kenaikan gaji? Ada bonus? Elaunnya bagaimana?"
"Pergi kerja dengan apa? Kereta? Motosikal? LRT? Tumpang kawan?"
"Rumah sendiri or rumah sewa? Nanti dah nikah nak tinggal mana?"
"Agak-agak bila nak nikah? Persediaan macam mana?"
"Mampu tanggung anak kami macam kami tanggung?"

Fuh. Nasib la sesiapa yang mengalami situasi sebegitu.
Berpeluh sampai ke tumit juga la nak menjawab soalan macam ni. Dengan gemuruh lagi, ketar satu badan, maklumlah bakal mertuakn.

Jika jawapan yang kamu berikan adalah,
"Baru kerja. Bukan kerajaan. Belum dapat status tetap or berpencen. Gaji masih peringkat starting tak sampai 1.5K sebulan. Tak sure masa depan syarikat tempat kerja, maybe short-term dan kena cari kerja lain yang lebih bagus. Pergi kerja dengan motosikal. Kadang-kadang naik LRT. Cadangan nikah tak dapat buat lagi tahun ni, maybe satu dua tahun lagi. Persediaan masih dalam perancangan. Lepas nikah maybe sewa rumah flat dulu sebab dalam proses nak loan kereta. Insya-Allah mampu kot."

Dengan jawapan temuduga yang tak berapa nak pass macam ni, belum tentu kamu akan diterima walaupun kamu suka sama suka dengan si anak. Tu contoh yang makan gaji. Kalau yang tak ada kerja langsung camana?

Di mata para ibu bapa gadis, mereka nakkan yang terbaik untuk anak-anak mereka. Bila kamu jadi ibu bapa kelak, kamu juga nak pilih menantu yang terbaik. Takkan nak yang cikai-cikai, cukup-cukup makan je. Secara logiknya begitu.

Sebab tidak ramai ibu bapa yang betul-betul Islamik, yang betul2 memikirkan soal tanggungjawab dari segi Islam bagi anak mereka pada masa kini. Kebanyakkan mereka ikut logik dan rasa tanggungjawab penuh sebagai ibu bapa sahaja.

Sukar untuk mencari ibu bapa yang kata,
"Tak kisahlah kamu kerja apa, kerja kat mana. Tak perlu keluarkan kos banyak-banyak. Cukuplah dengan apa yang kamu ada. Yang penting, kamu suka anak kami, ikhlas nak buat isteri dan kami sedia terima kamu sepenuhnya dengan seluas-luasnya hati kami. Kami alu-alukan kamu jadi keluarga kami. Welcome aboard to our big family." (senyum sampai telinga sambut kita)

Ada. Tapi susah. Ini realiti kehidupan modern sekarang. Tambah-tambah anak orang yang kamu nak itu berada dalam kategori orang berada atau kaya.

Berterus-terang dengan ketidakmampuan diri adalah cara yang terbaik. Andai ibu-bapa si gadis tidak berkenan dengan kita, tidak suka dengan kerja kita yang tidak menjamin kehidupan anak mereka, maka jalan terbaik adalah undur diri saja.

Bukan kerana tidak berusaha untuk dapatkan kerja yang lebih baik, tapi bukan senang juga nak dapat kerja yang bagus dengan ekonomi yang tidak begitu baik dewasa ini. Apabila ibu-bapa gadis terlalu inginkan yang terbaik, andainya ia terlalu membebankan kamu untuk capai sebagaimana demand mereka. Maka, sila undur diri saja.

Jika mereka mahukan menantu yang terbaik. Kita juga mahukan mertua yang terbaik. Mertua yang terbaik pada kita adalah yang memahami erti hidup Islam sebenar. Tidak demand ke tahap yang kita tak mampu lakukan. Nikah tidak rumit dalam Islam.

Lepaskan saja anak mereka, insya-Allah pandailah orang tua mereka matchkan dengan calon yang lebih baik sebagaimana ciri-ciri menantu impian mereka. Bukan enggan berusaha, tapi berjaya tu tak datang sekelip mata.

Nasihat saya kepada semua lelaki, sila lengkapkan diri betul-betul sebelum jalani temuduga keluarga. Biar bersedia segala sudut. Jangan pergi dengan bekal kosong dan janji manis. Aturan Allah itu terbaik. Jaminan Dia lebih baik dari jaminan kita. Bagi semua yang dah bergelar tunang atau isteri, hargailah lelaki masing-masing. Kerana bina masjid suci, tak semudah kita bermimpi.

Nukilan lelaki biasa yang belum pernah mengalami pengalaman yang sebenar.
Sekadar sebuah contengan nukilan jalanan untuk santapan semua.

Husband and wife dialogue...............


The husband : did you pray ‘Asr prayer ?
The wife : No !
The husband : Why ?
The wife : I just arrived from work and I am a bit tired. I will go to sleep.
The husband : Ok ! Go pray ‘Asr and Maghrib before the Athan for ‘Isha prayer starts.


The next day, as usual, the husband went on a business trip which would last for days.
He left the house. After few hours he arrived
at his destination.
The wife waited for his call as usual. He didn’t call or inbox her.
She phoned him but no reply! She became irritated and worried about him.
She phoned again and again but no reply !


After few hours he phoned her.

The wife : are you ok, honey ??
The husband : yes, ?? am ok. Alhamdulillah.
The wife : when did you arrive ??
The husband : four hours now.
The wife : «surprised » : FOUR hours !!! but you didn’t call !!!
The husband : I arrived a bit tired and I went to sleep.
The wife : You could have called me. It wouldn’t have taken more than few minutesDidn’t you hear the phone ringing ?
The husband : Yes, I did.
The wife : why didn’t you answer the phone? Didn’t you care?
The husband : (silent)….. But yesterday you also didn’t care when you heard the Adhan, a call from ALLAH…
The wife : (silent, and tears in her eyes). You are right, honey. I am sorry !
The husband : Ask ALLAH subhanahu wa ta’ala to forgive you, not me! We can be together in Jannah..


InshaAllah